Minggu, 20 Oktober 2013

Kasih Sayang Nabi saw. terhadap Lingkungan [Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. bag. 4] (PAI SD Kelas 1)



Kasih Sayang Nabi saw. terhadap Lingkungan

Nabi Muhammad saw. mengajarkan
agar kita mengasihi binatang
Beliau memperingatkan bahwa
Ada seorang wanita yang masuk neraka
karena mengurung seekor kucing hingga mati
tanpa memberinya makan dan tidak pula melepaskannya
agar mencari makan sendiri


Sebaliknya, pada saat yang lain, beliau bersabda:
“Seorang yang bergelimang dosa diampuni Tuhan
karena memberi minum seekor anjing yang kehausan”

Nabi saw. juga megajarkan
Kita dilarang untuk memetik bunga yang belum mekar
Nabi saw. mengatakan
Biarkan semua bunga mekar agar mata menikmati keindahannya
Dan lebah menghisap madunya

Bahkan benda-benda tak bernyawa pun
mendapat kasih sayang beliau.
Nabi saw. memberi nama untuk benda-benda yang dimilikinya
Perisai yang dimilikinya diberi nama Żatul Fudul
Pedangnya dinamai Żulfiqâr
Pelananya dinamai Al Dâj
Tikarnya dinamai Al Kuz
Cerminnya dinamai Al Midallah
Delasnya dinamai Aş Şadir
Tongkatnya dinamai Al Mamsyuk.

Pergaulan Nabi saw dengan Keluarga (Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. bag.3)



Setiap Rasulullah saw. hendak berangkat atau bepergian jauh,
beliau selalu memerlukan datang
ke tempat kediaman putrinya, Siti Fatimah radiyaLlâhu ‘anha
lebih dulu untuk mengucapkan selamat tinggal
dan meninggalkan pesan-pesan atau nasehat.
Demikian pula setiap beliau pulang dari perjalanan jauh, setelah menunaikan salat,
beliau langsung singgah di rumah putrinya.
Sesudah itu barulah beliau menuju ke tempat kediamannya dan bertemu dengan istrinya.

Begitu pula pergaulan Nabi saw. dengan cucu-cucunya,
Hasan dan Husain putra Ali bin Abi Talib dan Siti Fatimah
Nabi saw. sering bermain dengan keduanya.
Beliau meletakkan Hasan pada bahu kanannya dan Husain pada bahu kirinya.
Abu Bakar berkata:
 “Ya Rasulullah, berikan salah seorang anak itu supaya aku menggendongnya”.
Rasulullah bersabda:
“Alangkah indahnya kendaraan mereka dan alangkah indah para penunggangnya”.

Suatu hari, Al Arqa bin Habs melihat Nabi saw. mencium Hasan.
Dia heran dan berkata:
“Aku mempunyai sepuluh anak. Tidak seorangpun aku cium”
Nabi saw. bersabda:
“Allah tidak menyayangi orang yang tidak menyayangi manusia”.

Pergaulan Nabi saw. dengan Tetangga (Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. bag.2)


       Bagaimanakah Nabi saw. memperlakukan tetangganya?
Nabi saw. memperlakukan tetangganya dengan baik.
Ketika paman yang dicintainya, Abu Talib dan istri terkasihnya, Khadijah, meninggal,
Nabi saw. berhari-hari tinggal di rumahnya.
Ketika keluar, tetangganya menghamparkan duri-duri di depan rumahnya.
Nabi saw. hanya berkata,
“Beginikah kalian bertetangga, hai suku Quraisy?”
Ada di antara tetangganya itu
yang sering menyiram kepala Nabi yang mulia dengan air kotor,
setiap kali Nabi saw. melewati rumahnya.
Ketika Nabi saw. lewat lagi ke tempat yang sama,
tidak beliau dapatkan semburan air kotor.
Nabi saw. menanyakan ke mana tetangga perempuannya itu.
Ketika dijawab bahwa dia sakit, Nabi pun datang menjenguknya.

Pergaulan Nabi saw. dengan Sahabat (Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. 1)



Pergaulan Nabi saw. dengan Sahabat

Pada suatu hari, para sahabat menemukan Nabi saw.
sedang memperbaiki sandal anak yatim.
Pada hari yang lain, sedang menjahit pakaian kumal
milik perempuan tua yang miskin.
Nabi saw. mengumpulkan sebagian sahabatnya yang miskin
di sudut masjidnya
Beliau membagikan makanan sedikit yang dipunyainya
untuk mereka,
sehingga beliau sendiri tidak pernah makan kenyang
selama tiga hari berturut-turut.

Di antara penghuni sudut masjid itu
adalah Abu Hurairah, seorang perantau
yang bekerja sebagai pelayan dari rumah yang satu ke rumah yang lain.
Dengarkan penggalan kisah Nabi saw. yang diceritakan Abu Hurairah:
“Ada seorang perempuan hitam yang pekerjaannya menyapu masjid.
Pada suatu hari, Nabi saw. tidak menemukan perempuan itu.
Nabi saw. menanyakan keadaannya.
Para sahabat mengatakan bahwa ia sudah meninggal dunia.
Ketika Nabi saw. menegur mereka mengapa ia tidak diberitahu
Sahabat-sahabat mengatakan bahwa perempuan itu hanyalah orang kecil saja.
Kata Nabi saw. “tunjukkan aku kuburannya”.
Di atas kuburan perempuan itu Nabi melakukan şalat untuknya”.

Dengarkan pula kisah Sa’d bin Muaż
Waktu itu Nabi saw. baru pulang dari perang Tabuk.
Beliau melihat tangan Sa’d yang menghitam dan melepuh.
“Kenapa tanganmu?”, tanya Rasulullah saw.
“Ini karena palu dan sekop besi yang saya pergunakan
untuk mencari nafkah keluarga yang menjadi tanggunganku”. Jawab Sa’d
Rasulullah saw. mengambil tangan itu dan menciumnya, “Inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh api neraka”.